Diterbitkan pada | Rabu, 18 Oktober 2023

Hak atas pendidikan yang inklusif dan berkualitas di area
intervensi Program Sekolah Aman tidak pernah tegak berdiri sendiri. Ia
berkaitan erat dengan pemenuhan standar sanitasi sekolah yang sehat,
aman, dan higienis. Ketiadaan toilet bersih dan matinya pasokan air di pelosok
Sumba Tengah bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi
kesehatan fisik murid yang dapat menghentikan konsentrasi belajar mereka.
Merespons kedaruratan ini, YAPPIKA-ActionAid bersama Yayasan Bahtera Sumba menginisiasi proyek penyediaan instalasi pipa air bersih untuk membenahi sanitasi sekolah di SDN Holur Kambata.
YAPPIKA-ActionAid memberikan dukungan sanitasi sekolah di Sumba Tengah melalui penyediaan instalasi pipa air bersih
yang dapat dinikmati oleh warga desa dan sekolah. “Untuk tahun ini kami berikan
dukungan ke SDN Holur Kambata dan Desa Holur Kambata, Alhamdulillah pekerjaan
ini telah selesai dikerjakan dan kini kami serahkan kepada masyarakat dan sekolah
untuk dimanfaatkan”, demikian disampaikan oleh Rokhmad Munawir di sela-sela
acara.
Pipanisasi yang bersumber dari mata air terdekat ini tidak
hanya membasahi keran-keran kelas, melainkan berhasil mengubah wajah sanitasi sekolah yang semula gersang. Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid,
Fransisca Fitri, menegaskan bahwa keberhasilan indikator snaitasi sekolah tidak boleh hanya diukur dari ketersediaan jumlah bilik toilet, melainkan pada
keberlanjutan pasokan air bersihnya.
Dalam sambutannya, Fransisca Fitri menegaskan bahwa pekerjaan pipanisasi ini dikerjakan secara swakelola (gotong royong) oleh warga dan didukung oleh Dinas PUPR Kabupaten Sumba Tengah sehingga hasilnya lebih cepat dan kualitasnya lebih baik.

Berdasarkan data pencatatan program lapangan, proyek ini
membawa manfaat langsung bagi ekosistem komunitas:
Integrasi infrastruktur ini menjadi bukti bahwa pembenahan
fasilitas pelayanan publik inklusif di lingkungan sekolah dapat menjadi
katalisator bagi pemenuhan hak dasar masyarakat desa secara lebih luas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Bernadus B. Gela,
secara terbuka menegaskan bahwa model kolaborasi swadaya lintas sektoral ini
harus menjadi percontohan baku bagi pembangunan daerah ke depan. Keterlibatan
aktif warga adalah kunci utama agar aset air bersih ini tidak mangkrak dan
tetap terawat pasca-program selesai.
Ikhtiar merawat kesehatan anak melalui sanitasi sekolah ini memiliki benang merah yang sama dengan program pemenuhan gizi masyarakat. Anda dapat menengok bagaimana konsep swadaya serupa berjalan pada Program Desa Sehat, di mana pengelolaan ketahanan pangan lokal, seperti Kebun Gizi bertumpu pada kesadaran kolektif warga untuk saling menjaga tumbuh kembang generasi masa depan.
Perjalanan merajut Sekolah Aman belum usai. Di luar Sumba, masih ada ribuan anak yang harus belajar di tengah keterbatasan fasilitas sanitasi yang buruk dan ancaman prasarana kelas yang rusak berat. Nyala perubahan ini tidak boleh padam. Mari ambil bagian menjadi benteng pelindung masa depan mereka. Anda bisa mendukung keberlanjutan Program Sekolah Aman bersama YAPPIKA-ActionAid dengan berdonasi di sini. Dengan begitu, Anda menjadi bagian dari perubahan untuk anak Indonesia.