Penyerahan Roadmap Aksi Nyata Penyelesaian Sekolah Rusak

Diterbitkan pada | Senin, 03 Agustus 2020

Krisis Infrastruktur Sekolah Rusak di Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor termasuk kategori kabupaten yang memiliki daftar sekolah rusak yang cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Bogor tahun 2016, jumlah ruang kelas dalam kondisi rusak sebanyak 8.620 (SD) dan 1.407 (SMP) mengalami kerusakan baik rusak berat, sedang, maupun  ringan. Di tahun 2016 saja, terdapat 6.265 ruang kelas (SD dan SMP) dalam kondisi rusak. Itu artinya, terdapat 188.349 anak selama ini terpaksa mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dalam kondisi yang tidak aman dan nyaman, bahkan terancam keselamatannya. Ini belum termasuk 140.820 anak terpaksa belajar di ruang kelas sekat atau bahkan di teras rumah warga karena kekurangan ruang kelas.

Kolaborasi Lintas-Sektoral Roadmap Sekolah Aman di Kabupaten Bogor

Berdasarkan krisis infrastruktur sekolah di kabupaten Bogor, pada tanggal 28 Agustus 2017, YAPPIKA-ActionAid bersama mitra Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk Aksi Nyata Penyelesaian Sekolah Rusak di Kabupaten Bogor. Salah satu aksi ini terdiri dari dialog publik launching road map penyelesaian sekolah rusak dan berlangsung di ruang rapat 1 Kantor Bupati Bogor.

Inisiatif advokasi anggaran di tingkat lokal ini sejalan dengan desakan komitmen nasional bahwa Indonesia butuh roadmap penyelesaian sekolah rusak secara menyeluruh agar tata kelola Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik berjalan akuntabel.

Dialog ini sendiri dihadiri oleh Hendrik Rosdinar selaku Manager Program YAPPIKA-ActionAid, Fransisca Fitri selaku Executive Director, dan Reza Rahadian selaku duta  YAPPIKA-ActionAid. Dari tim KOPEL sendiri hadir Syamsuddin Alimsyah selaku Direktur, juga hadir perwakilan dari Bupati Bogor, dan Ombudsman Republik Indonesia.

“Road map yang disusun oleh Kopel dan YAPPIKA-ActionAid, Pemda, DPRD adalah dokumen yang berisi panduan penyelesaian infrastruktur ruang kelas dengan memaksimalkan potensi sumber daya Pemerintah daerah, anggaran daerah, dan lainnya,” kata Direktur Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah di Kompleks Pemda Cibinong.

Roadmap yang telah disusun tersebut diharapkan dapat menjadi panduan penyelesaian infrastruktur ruang kelas dalam jangka durasi waktu yang lebih sering singkat, dari rata-rata yang selama ini digunakan Pemda.

Bersama YAPPIKA-ActionAid Wujudkan Sekolah Aman di Seluruh Indonesia

Cetak biru atau roadmap yang diinisiasi di Kabupaten Bogor adalah bukti nyata bahwa penataan infrastruktur pendidikan bisa dipercepat jika ada kemauan politis dan transparansi anggaran. Namun, jutaan anak di daerah lain masih bertaruh nyawa setiap hari di bawah atap kelas yang rapuh. Mari dukung konsistensi YAPPIKA-ActionAid mengawal kampanye Sekolah Aman dari tingkat daerah hingga nasional dengan berdonasi di sini. Kontribusi Anda sangat berarti untuk memberikan ruang belajar yang layak, aman, dan bermartabat bagi anak-anak Indonesia. 

Tag :

sekolah aman