Penganugerahan MUTIARA Award di Kabupaten Jember

Diterbitkan pada | Jumat, 16 Februari 2024



YAPPIKA-ActionAid besama dengan Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat Jember memberikan penganugerahan MUTIARA Award yang dilaksanakan pada 7 Februari 2024 di Kabupaten Jember.  Program MUTIARA (Meningkatkan Nutrisi dan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, dan Remaja) merupakan program kolaborasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) antara YAPPIKA-ActionAid dan YPSM Jember dengan dukungan Fondation Botnar dan Philips.

Program ini bertujuan turut serta mendukung program pemerintah Kabupaten Jember untuk menangani persoalan Stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI)/ Angka Kematian Bayi (AKB) melalui deteksi dini risiko kehamilan pada ibu hamil serta peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan dan sanitasi yang menjadi penyebab stunting.  

Penganugerahan ini diberikan kepada Pemerintah Desa dan tokoh yang terlibat dalam Program MUTIARA yaitu kategori "Desa Sehat" dan kategori "Tokoh Penggerak Perubahan".

10 Indikator Baku Kriteria Pemenang Kategori Desa Sehat

Penilaian pemenang untuk kategori Desa Sehat diukur secara akuntabel melalui sepuluh poin indikator keberlanjutan program, yaitu:?

  1. Kenaikan anggaran Kesehatan Ibu dan Anak dari tahun 2023, 
  2. Peraturan Desa atau Surat Keputusan Kepala Desa terkait Kesehatan Ibu dan Anak, Perkawinan Anak, Pencegahan Kelahiran di Dukun, Pencegahan BAB Sembarangan, Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Layak Anak,
  3. Publikasi data Kesehatan Ibu dan Anak (ibu hamil, balita, layanan sanitasi, pilah usia, gender, pencatatan perkawinan),
  4. Responsif terhadap mekanisme rujukan ibu hamil (ambulans, SPM, dana sosial, insentif kader pengantar),
  5. Dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita stunting dan ibu hamil,
  6. Dukungan keberlanjutan kebun gizi,
  7. Dukungan Kampanye Kesehatan (peta, rambu sanitasi, kebijakan),
  8. Dukungan Sanitasi dari Desa (jamban, rehabilitasi rumah),
  9. Inovasi desa di bidang KIA,
  10. Penurunan stunting,

Sementara itu, untuk kategori "Tokoh Penggerak Perubahan" dinilai berdasarkan beberapa poin, di antaranya:

  1. Keterlibatan dalam kampanye dan sosialisasi KIA
  2. Memiliki inisiasi keberlanjutan intervensi Program MUTIARA (Kebun Gizi, PMT, Kampanye KIA, Layanan USG)
  3. Inovasi dalam bidang kampanye KIA

"Penganugerahan MUTIARA Awards ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah desa dan tokoh penggerak perubahan yang berkontribusi pada peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Jember. Harapannya penganugerahan ini dapat memotivasi tokoh penggerak perubahan dalam keterlibatan kampanye, edukasi, pendampingan, dan pemberian layanan bersama Program MUTIARA," ujar Hardiyanto selaku Koordinator Program MUTIARA serta Gender Responsive Inclusive Public Service (GRIPS) Officer YAPPIKA-ActionAid. 

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya layanan USG Lumify sebagai alat deteksi dini ibu hamil di 4 Puskesmas meliputi Rambipuji, Silo II, Kaliwates, dan Sumbersari, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita, ibu hamil KEK dan anemia, dukungan pengembangan kebun gizi keluarga, pelibatan remaja dalam kampanye kreatif tentang kesehatan, dukungan sarana toilet komunal, diskusi-diskusi di komunitas dengan menghadirkan narasumber maupun material edukasi lainnya. Secara keseluruhan, program ini menjangkau 18 Desa / Kelurahan dengan rincian Puskesmas Rambipuji (5 Desa), Silo II (5 Desa), Kaliwates (3 Kelurahan), dan Sumbersari (5 Kelurahan).  Program MUTIARA telah dilaksanakan selama 20 bulan terhitung mulai bulan Juli 2022 hingga bulan Desember 2023. Program ini telah menghasilkan beberapa praktik baik di tingkat desa dan individu.

Penganugerahan MUTIARA Award ini melewati beberapa tahapan mulai dari penerimaan berkas pada 15-30 Januari 2024, pengumuman nominasi pada 31 Januari 2024,  proses penjurian pada 2-5 Februari, hingga penyerahan penghargaan yang dilakukan pada 7 Februari 2024. "Dalam proses penjurian kami melibatkan berbagai pihak, baik dari unsur pengelola Program MUTIARA, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, TA Pemberdayaan Masyarakat (TA PM) Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, hingga jurnalis," ujar Doni Wijayanto, Koordinator Program MUTIARA/YPSM Jember. 







Kami ucapkan selamat kepada para pemenang yang menerima Penganugerahan MUTIARA Awards! 

Berikut nama-nama pemenangnya:

Untuk kategori "Desa Sehat" diberikan kepada

  1. 1. Desa Harjomulyo 
  2. 2. Desa Mulyorejo
  3. 3. Desa Karangharjo 







Untuk kategori "Tokoh Penggerak" diberikan kepada:

  1. Hartoyo, Ketua Rumah Desa Sehat Desa Harjomulyo merupakan pengurus Rumah Desa Sehat dan pengembangan kebun gizi. Kini, ia melanjutkan penanaman sayur mayur di kebun gizi, serta membudidayakan ayam yang telurnya akan dibagikan bersama hasil kebun gizi untuk Pemberian Makanan Tambahan kepada sasaran. 
  2. Henry Wulandari, Bidan Wilayah Karangrejo yang memelopori intensitas kunjungan kepada ibu hamil dan balita sasaran. Ia kerap melakukan penyuluhan kepada remaja, hingga pelibatan tokoh di tingkat kelurahan.
  3. Ahmad Hasan Mustofa, Pengasuh PP Mamba'ul Ulum. Ia merupakan seorang tokoh agama muda yang cukup konsisten mengampanyekan pendewasaan usia nikah di pesantrennya. Ustad Hasan juga melibatkan kelompok pemuda setempat dengan membentuk komunitas pengajian bernama Kompak (Kelompok Pemuda Krajan).

    Menjaga Nyala Perubahan di Setiap Sudut Desa

    Lahirnya praktik baik dari para kepala desa yang berani menaikkan anggaran kesehatan, bidan wilayah yang menjemput bola, hingga ustad muda yang mengampanyekan pendewasaan usia nikah adalah bukti nyata bahwa sebuah daerah bisa pulih dari belenggu stunting jika gerakannya dirawat bersama. Penghargaan MUTIARA Award ini adalah simbol penanda. Namun, tantangan pemenuhan hak kesehatan ibu, anak, dan remaja di belasan desa dampingan lainnya masih memerlukan napas yang panjang.

    Setelah masa siklus program bersama mitra selesai, kemandirian warga dan konsistensi pelayanan di fasilitas kesehatan lokal harus tetap hidup. Ikhtiar mengawal hak atas pelayanan publik inklusif ini membutuhkan solidaritas kolektif kita semua. Anda bisa ikut mendukung Keberlanjutan Gerakan Desa Sehat ini dengan memberikan donasi di sini.